Berita

back

TJSL Pindad Berikan Bantuan dalam Program Pencegahan dan Penanganan Stunting

PT Pindad menyalurkan bantuan pencegahan stunting dan penanganan gizi buruk kepada sasaran balita di UPTD Puskesmas Babakan Surabaya Bandung dengan tajuk “MPASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting untuk Generasi Berkualitas” pada Kamis, 7 Maret 2024. Bantuan ini merupakan bantuan tahap kedua yang diserahkan secara simbolik oleh Sekretaris Perusahaan PT Pindad Dianing Puji Rahayu, Plt. Manager TJSL Yunus Somantri kepada tujuh perwakilan orang tua balita di kelurahan Babakan Surabaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Lurah Cicaheum Yunie Indriati, Kepala UPTD Puskesmas Babakan Surabaya dr. Dewi Fridayeni dan para orang tua balita penerima bantuan. Adapun bantuan yang diberikan nantinya akan dikelola dan dipantau oleh kader serta ahli gizi UPTD Puskesmas Babakan Surabaya agar program ini tepat sasaran dan efektif.

Sekretaris Perusahaan PT Pindad, Dianing Puji Rahayu dalam sambutannya menambahkan, kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi nyata untuk pencegahan stunting. “Wujud kolaborasi skala nasional ini sangat diperlukan untuk mencegah peningkatan angka anak stunting di Indonesia. Kegiatan ini akan dipantau 2-3 bulan kedepan. Semoga program ini dapat konsisten terlaksana dan memberikan manfaat tepat sasaran.” Jelas Beliau

Plt. Manager TJSL PT Pindad, Yunus Somantri dalam sambutannya menyampaikan pengharapannya agar bantuan yang diberikan dapat menjadi manfaat untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di kelurahan Babakan Surabaya ini. “Alhamdulillah pada hari ini Pindad akan memberikan bantuan lanjutan untuk penanganan stunting. Kegiatan kali ini beririsan dengan rangkaian HUT kedua DEFEND ID. Mudah-mudahan ibu-ibu bisa lebih disiplin dan kenaikan perbaikan kesehatan anak-anak ini bisa sesuai dengan tingkat pertumbuhan yang diharapkan agar sesuai dengan usianya,” jelas Yunus.

Kepala UPTD Puskesmas Babakan Surabaya, dr. Dewi menyebutkan kegiatan ini merupakan kali ketiga untuk pencegahan stunting. Dengan adanya bantuan ini dapat membantu penanganan stunting.
“Anak-anak dengan status gizi kurang, kini menjadi lebih baik terlihat dari perbandingan indikator sebelumnya. Ternyata bantuan kesehatan yang sudah kami upayakan membuahkan hasil cukup baik. Bantuan Pindad ini benar-benar memberikan manfaat khususya untuk warga kami. Kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk TJSL Pindad,” tuturnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan paparan informasi seputar stunting, menampilkan data monitoring evaluasi terhadap penerima bantuan, serta mendengarkan testimoni dari para orang tua pendamping mengenai program pencegahan stunting.

Dengan adanya kolaborasi antara PT Pindad, Lazis dan pemerintah kota diharapkan dapat meminimalisir angka stunting dan mendorong penanganan gizi buruk pada anak khususnya di kota Bandung.

Top