Berada di bawah Direktorat Produksi, Divisi Kendaraan Khusus memiliki peran strategis dalam memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional melalui pengembangan dan produksi kendaraan taktis serta kendaraan tempur untuk mendukung kebutuhan operasional Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Portofolio kendaraan yang dikembangkan mencakup berbagai platform, antara lain Panser Anoa dan Rantis Komodo, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan operasional pada beragam kondisi medan di Indonesia. Pengembangan kendaraan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek mobilitas, ketahanan, keandalan, dan adaptabilitas guna menjawab tantangan operasional serta kebutuhan pengguna.
Dalam memperkuat kapabilitas teknologi dan rekayasa, Pindad juga menjalin kemitraan strategis internasional, salah satunya melalui kolaborasi dengan FNSS dari Turki dalam pengembangan Medium Tank Harimau. Kerja sama ini mencerminkan pentingnya kolaborasi teknologi dalam memperkuat kemampuan industri pertahanan nasional sekaligus membangun penguasaan teknologi secara berkelanjutan.
Kendaraan tempur produksi Pindad juga telah digunakan dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di berbagai negara. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi industri pertahanan Indonesia dalam mendukung tugas internasional sekaligus memperkuat eksistensi produk Pindad di tingkat global. Di sisi lain, pencatatan Panser Anoa dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi bagian dari upaya perlindungan atas hasil rekayasa dan inovasi perusahaan. Melalui pengembangan produk, kemitraan strategis, dan penguatan teknologi, Divisi Kendaraan Khusus terus berkontribusi dalam membangun industri pertahanan nasional yang mandiri dan berdaya saing.
