Tata Kelola Perusahaan & Manajemen Risiko

Tata Kelola Perusahaan

Pedoman Tatakelola Perusahaan mempunyai prinsip dasar yaitu :

Transparansi, Akuntabilitas, Responsibilitas (pertanggung jawaban), Independensi (kemandirian) dan Fairness (kewajaran) untuk meningkatkan kinerja dan citra perusahaan.

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) pada PT Pindad (Persero) merupakan salah satu sarana untuk mencapai visi, misi dan tujuan perusahaan secara efektif dan lebih cepat, sehingga dapat memberikan kepercayaan kepada stakeholders bahwa perusahaan dikelola dengan baik dan benar untuk mendapatkan hasil yang wajar dan bernilai tinggi. Penerapan GCG juga mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien dengan pengelolaan risiko dan sumber daya yang lebih efektif serta untuk mendorong setiap unsur pimpinan dapat mengambil keputusan dan menjalankannya dengan landasan nilai moral yang tinggi dan kepatuhan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholders dan mencegah penyimpangan pada proses bisnis perusahaan.

Penjabaran dari prinsip-prinsip GCG tertuang dalam kode etik perilaku perusahaan dengan muatan ; Komitmen dengan stakedolders, Nilai-nilai Perusahaan, Benturan kepentingan, Pemberian hadiah dan donasi, Kepedulian K3LH, Kesempatan kerja dan promosi, Integritas laporan keuangan, Perlindungan informasi perusahaan, Perlindungan harta perusahaan, Kegiatan sosial politik, Etika dengan stakeholders, Mekanisme penegakan serta pelaporan atas pelanggaran berikut sanksi.

Asesmen terhadap penerapan GCG dapat dilakukan oleh pihak eksternal (konsultan) dan juga oleh pihak internal perusahaan sendiri. Asesmen difokuskan pada capaian aktual kualitas penerapan GCG di perusahaan. Asesmen dilakukan dengan menggunakan instrument berupa Indikator yang dijabarkan ke dalam Parameter-parameter yang bersifat kuantitatif untuk masing-masing dilengkapi dengan Faktor Uji Kesesuaiannya.

Kronologis Roadmap Penerapan GCG di PT Pindad (Persero) sampai dengan tahun buku 2015

Sejalan dengan dasar-dasar pelaksanaan GCG di PT Pindad (Persero), sejak tahun 2004 perusahaan telah menerapkan GCG, dengan kegiatan asesmen penerapan GCG sebagai berikut :

1.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2004, asesmen dilakukan oleh asesor dari BPKP Perwakilan ProvinsiJ awa Barat.

2.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2005, berikut mereview rekomendasi tindak lanjut penerapan GCG hasil asesmen tahun 2004 oleh asesor BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dilaksanakan Maret 2006.

3.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2006, Self Assessment penerapan GCG dilaksanakan Juli 2007.

4.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2007, Perusahaan mengikuti program riset dan pemeringkatan Corporate Governance Perception index 2006 yang dilakukan oleh The Indonesian Institute for Corporate Governance (IICG) bekerjasama dengan majalah SWA, dengan peringkat “Cukup Terpercaya”.

5.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2008, Asesmen oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dilakukan Agustus 2009.

6.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2010, Self asesmen penerapan GCG dilakukan Juli 2011.

7.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2012, Asesmen dilakukan oleh asesor independen yaitu BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan hasil predikat "Baik" dilaksanakan September 2013.

8.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2013, Self Assessment atas penerapan GCG dengan metode review tindak lanjut rekomendasi, dilaksanakan Desember 2014

9.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2014, Perusahaan melakukan asesmen terhadap penerapan GCG oleh BPKP Perwakilan Provinsi Jawa Barat dengan skor 83,015 kategori "Baik"• dilaksanakan Mei 2015.

10.  Tahun buku yang berakhir 31 Desember 2015, Perusahaan melakukan self asesmen terhadap penerapan GCG dilaksanakan Maret 2016 dengan skor 83,596 kategori “Baik”


Manajemen Risiko

IMPLEMENTASI MANAJEMEN RISIKO TAHUN 2016

Implementasi  atas Peraturan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : Per-01/MBU/2011 tanggal 1 Agustus 2011, tentang penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) saat ini Pindad akan memasuki tahap manajemen risiko terintegrasi hal ini diindikasikan dengan setiap fungsi melakukan identifikasi, antisipasi dan secara efektif merespon beragam peristiwa yang dapat mempengaruhi kemampuan memenuhi strategis dan mencapai tujuan.

Tujuan penerapan menajemen risiko adalah sebagai berikut :

1.  Melindungi perusahaan dari risiko yang dapat merugikan dan menghambat pencapaian sasaran kinerja perusahaan

2.  Membantu manajemen dalam menganalisis pelaksanaan kegiatan usaha agar memberikan nilai tambah bagi perusahaan dalam rangka membangun keunggulan operasional

3.  Mendorong setiap pegawai perusahaan untuk bertindak hati-hati dalam menghadapi risiko perusahaan, sebagai upaya untuk memaksimalkan nilai perusahaan

4.  Meningkatkan kepercayaan para pemangku kepentingan

Dalam rangka memastikan pelaksanaan proses identifikasi, pengelolaan dan pemantauan risiko setiap Divisi fungsi manajemen risiko dan owner risk Divisi telah melaksanakan assessment manajemen risiko dan terjaring risiko sebanyak 270 risiko dengan sebaran risiko sebagai berikut Extrim 2 buah, Moderat 122 buah, Rendah 63 buah dan tidak signifikan 25 buah risiko.

Dari 270 risiko Divisi yang terkumpul dikategorikan menjadi sebagai berikut :

1.  Risiko Hukum 22 buah risiko

2.  Risiko Keuangan 36 buah risiko

3.  Risiko Pemasaran 25 buah risiko

4.  Risiko pengadaan 41 buah risiko

5.  Risiko Pengawasan 4 buah risiko

6.  Risiko Pengembangan 5 buah risiko

7.  Risiko SDM 86 buah risiko

8.  Risiko sistem imformasi 45 buah risiko

Adapun Profil Risiko Korporat tahun 2016 dikategorikan menjadi lima kategori yaitu Pemasaran, Pengadaan, Sistem Informasi, SDM dan Keuangan, sebagaimana dalam tabel Profil Risiko Korporat tahun 2016.