Berita

back

Menhan Tinjau Kemajuan Fasilitas Produksi Pindad, Dorong Perkembangan Industri Pertahanan Nasional

Bandung – Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kerja ke PT Pindad (Persero), Bandung pada selasa, 27 Oktober 2026. Direktur Utama PT Pindad (Persero), Sigit P. Santosa beserta seluruh jajaran Direksi menyambut kunjungan Menhan RI ke kantor pusat Pindad, Bandung. Pada kunjungan kali ini, Menhan RI didampingi oleh Sekjen Kemhan Letjen TNI Gabriel Lema, Dirjen Pothan Kemhan RI Laksda TNI Sri Yanto, Aslog Kasad Mayjen TNI Adisura Firdaus Tarigan, Aslog Kasal Laksda TNI Mulyatna, Aslog Kasau Marsda TNI Nur Surachman, dan Karo TU & Protokol Kemhan RI Brigjen TNI Charles Yohanes Alling.

Kunjungan Menhan RI ke Pindad merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke entitas DEFEND ID sekaligus untuk meninjau perkembangan industri pertahanan dan berbagai proyek strategisnya. Dalam kesempatan tersebut, Menhan meninjau kesiapan dan fasilitas produksi Pindad untuk mendukung Program Pemerintah yang tertuang pada RPJMN tahun 2025-2029 dan Program Asta Cita Presiden & Wakil Presiden RI. Menhan juga menyampaikan arahan terhadap Pindad dan berharap dapat berjalan optimal dan mendukung ketahanan nasional. 

Direktur Utama, Sigit P. Santosa menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Pemerintah kepada Pindad, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan nasional. Beliau memaparkan perkembangan fasilitas produksi, peningkatan kapasitas produksi dan kerja sama strategis Pindad dengan mitra global termasuk potensi pasar bagi produk Pindad di berbagai negara. 
“Suatu kehormatan bagi kami dapat menyambut Bapak Menhan di PT Pindad (Persero). Kami telah mendapatkan berbagai penugasan strategis dan izin kami sampaikan berbagai kemajuan, kesiapan fasilitas produksi, dan peningkatan kapasitas produksi yang telah dilaksanakan.” terang Direktur Utama, Sigit P. Santosa.

Selain peningkatan kapasitas produksi senjata yang terus dilakukan, Pindad juga meningkatkan kemampuan teknologi terhadap konponen utama senjata. 

Dalam kunjungan kali ini, Menhan RI meninjau berbagai fasilitas produksi serta produk yang tengah diproduksi maupun yang telah diselesaikan Pindad untuk memenuhi kontrak Kementerian Pertahanan. Salah satu produk yang ditinjau adalah senapan serbu SS3-M1 yang saat ini menjadi senapan standar untuk operasional berbagai kesatuan TNI. Sebanyak 51.459 pucuk senjata SS3-M1 saat ini telah digunakan oleh TNI dan akan terus ditingkatkan.

Cakra AI
Cakra Assistant Pindad ✖
Top